
Waktu
terjadi banjir di madinah, kuburan 70 orang keluarga perang uhud itu
kena banjir, mayatnya timbul keluar, masih utuh karena dikubur dipasir.
Sampai banjir surut, darahnya masih mengalir harum. Terus dikubur
lagi, tapi sudah tidak ditandai nama nama mayat tsb, yang ditandai
karena dikenali cuma 2, yaitu Hamzah karena diketahui dadanya bolong
dan jantungnya tidak ada karena telah dimakan oleh hindun, badannya
tinggi besar.
Jasadnya masih berdarah, dan harum, bahkan
tangannya masih menutup lukanya dilambung yang terkena tombak, yang
masih keluar darah, walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan yang satu
lagi adalah Abdullah bin Jaz karena diketahui kuping dan hidungnya
terpotong-potong karena diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang
nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke gunung
uhud, hanya ada 2 nisan saja.
Hadis shohih mengatakan
jasad para nabi dan rasul tidak dimakan oleh tanah, dan hal ini
dibuktikan Al qur’an sebagaimana yang terdapat dalam kisah nabi
Sulaiman AS. Nabi Sulaiman ketika sudah mau wafat, dia berpegangan
kepada tongkatnya sambil tersenyum memandang jin yang sedang bekerja
membangun istana Sulaiman (haikal Sulaiman), termasuk masjidil aqso.
Setelah nabi Sulaiman wafat, jin-jin tersebut tidak mengetahui sehingga
mereka bekerja terus siang dan malam karena merasa diperhatikan oleh
nabi Sulaiman yang tidak bergerak-gerak sambil tersenyum, sampai
akhirnya nabi Sulaiman jatuh tersungkur karena tongkatnya keropos
dimakan oleh rayap.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, tongkat
raja pasti kalau disini diserupakan dengan kayu jati, yang keras, atau
kayu cendana, tapi kalau disana namanya kayu Kokaa, keistimewaannya
karena mampu untuk menahan serangan dari sihir. Allah meletakkan
barokah dimana Allah mau, kadang di air, kadang di kayu, dan salah
satunya kayu kokaa seperti tongkat nabi Sulaiman dan tongkat nabi Musa,
sehingga jin pun tidak berani.
Dan hal tersebut
membuktikan bahwa jasad nabi Sulaiman tidak busuk, karena kalau busuk, 2
sampai 3 hari sudah bau, tapi ini berpuluh-puluh tahun sampai
tongkatnya keropos dimakan rayap dan jatuh tersungkur. Setelah itu para
jin baru tahu bahwa nabi sulaiman telah wafat sambil berkata, “Ah,
seandainya kami tahu tentang hal hal yang gaib, pasti kami tidak akan
meneruskan perintah dari nabi Sulaiman ini, sungguh kami terhina gara
gara hal ini (bahwa mereka tidak mengetahui tentang hal yang gaib)
sehingga tidak menyadari bahwa Nabi Sulaiman telah wafat”,
Inilah
yang menyebabkan, satu dalil yang shohih dari pada Al qur an, bahwa
keyakinan kita sebagai Ahlus sunnah wal jam’ah akan jasad nabi dan
rasul tidak hancur dimakan tanah dan tidak busuk. Dan hal ini bukan
tahyul (kurafat), karena ini adalah iman yang shohih berdasarkan
penjelasan dari Al qur an dan sunnah rasul, dan ada dalil dalil yang
mendukung hal tersebut.
Bisakah jasad kita tidak dimakan
oleh tanah?, Bisa kalau kita sholeh, hafiz Al quran, mati syahid, atau
kita istiqomah dalam agama sampai mati, “Innalladziina qoolu
robbunallah tsummas taqoomu tatanazzalu alaihimul malaaikah alla
takhoofu wala tahzanu, wa absyiruu bil jannatil latii kuntum tuu
‘aduun.” “sesungguhnya bagi orang orang yang telah mengatakan, Rob kami
adalah Allah, kemudian mereka istiqomah didalamnya, maka kami akan
menurunkan kepada mereka malaikat malaikat, tidak akan ada ketakutan
dan kegelisahan pada diri mereka, dan kabarkanlah kepada mereka akan
surga yang telah dijanjikan” (surah haamiim assajadah).
Nabi
Muhammad adalah manusia pilihan (mustofa), dipilih, mukhtar, dan bukan
sembarang manusia, sebab dari sekian miliar manusia yang ada di bumi,
beliaulah yang dipilih Allah untuk menjadi nabi penutup, khotamun
nabiyyin, sayyidul anbiya’ wal mursaliin, penghulunya para rasul dan
nabi, sayyidul ‘anam, sayyidul bani adam, penghulu seluruh manusia dari
nabi adam sampai hari kiamat.
Jadi Nabi Muhammad saw itu agung,
pangkatnya tertinggi, walaupun ia sama dengan nabi dan rasul yang lain,
“Laa nu farriqu baina ahadim min rusulih,..” Allah tidak membeda
bedakan antara rasul yang satu dengan yang lain, tetapi Allah berhak
untuk memberikan kelebihan antara satu rasul dengan rasul rasul yang
lain,
Sebuah “Kesaksian”
Dr
Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang berharga, “Qisshatun Nihayah”,
yang dinukil secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-Shawaf menyebutkan
peristiwa besar yang dialami oleh sebagian ulama dalam penguburan ulang
sebagian sahabat yang gugur syahid di perang Uhud.
Bagaimana
mereka menyaksikan para sahabat setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana
jasad mereka seperti sedia kala tanpa perubahan, tanpa pembusukan.
Sebagai bukti nyata atas kebenaran berita gembira dari Nabi Muhammad
SAW kepada para syuhada, bahwa bumi tidak memakan jasad mereka.
Berikut adalah sebagian dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa tersebut.
“Syaikh
Mahmud Ash-Shawaf telah menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah
salah seorang yang diundang dari kalangan ulama besar untuk pemakaman
ulang para sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di kompleks kuburan
syuhada Uhud, pekuburan yang terkenal. Karena diterjang banjir, maka
sebagian jasadnya muncul ke permukaan. Para ulama diundang untuk
mengubur ulang para sahabat tersebut.
Beliau berkata” Di
antara orang yang aku kuburkan adalah Hamzah, badannya besar, kedua
telinga dan hidungnya terpotong, perutnya terbelah, dia meletakkan
tangannya diatas perutnya. Ketika kami menggerakkannya dan mengangkat
tangannya, darahnya mengalir. Aku menguburkannya bersama
sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di Uhud.”
Dr
Thariq As-suwaidan berkata,” ini adalah perkara yang terbukti secara
mutawatir dan dengan mata kepala. Semoga Allah menyampaikan kita semua
ke derajat para syuhada. Syaikh Mahmud telah menyampaikan kepada kami
tentang aroma harum misk yang berasal darinya ketika darah mengalir
dari jasad Hamzah.”
Subhanallah, setelah 1400 tahun lebih, betapa
agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya kekuasaan-Mu, Maha suci
Engkau. Betapa utamanya, betapa mulianya, Allah memberikannya kepada
para syuhada. Jika seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam di
perut bumi yang tak seorangpun melihatnya, lalu bagaimanakah dengan
kemuliannya di surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Selamat bagi yang telah melihat sahabat mulia ini, Hamzah bin Abdul Mutthalib paman Rasulullah SAW.
Pertanyaan : Benarkah jasad Rasul tidak hancur ?
Jawab: Pernah terjadi pada zaman Sultan Sholahuddin Al Ayyubi, ketika
perang Salib, orang Kristen mengirim 2 orang anggotanya yang berwajah
seperti orang Arab, datang ke Madinah dan tinggal serta bergaul dengan
orang-orang Madinah. Dan pada suatu hari, sang Penguasa Madinah bermimpi
bahwa telah datang Rasulullah kepadanya dan meminta kepadanya untuk
menyelamatkan jasad beliau dari 2 orang yang ditunjukkan wajahnya.
Setelah mimpi tersebut berkali kali dialaminya, akhirnya beliau
memanggil seluruh warga Madinah untuk berkumpul dan bersalaman kepadanya
satu persatu.
Akhirnya setelah diketahui, kedua orang tersebut
ternyata telah membuat suatu terowongan yang mengarah ke makam Nabi
Muhammad dan berencana untuk mencuri jasad beliau karena mereka
berkeyakinan kalau jasad Nabi tidak hancur dan setelah jasad tesebut
dicuri oleh mereka, maka pasukan Islam akan menyerah. Setelah diketahui
hal tersebut, maka kedua orang Kristen itu akhirnya dihukum pancung,
dan Raja Mesir waktu itu menyuruh pemerintah Madinah untuk membuat
batasan berupa campuran beton dan perunggu jauh kedalam tanah untuk
melindungi jasad Nabi Muhammad dan keempat sahabatnya dari pencurian.
sumber : Ensiklopedi Kisah Generasi Salaf; Syaikh Ahmad Salim Baduwailan.
Seri KAJIAN SHIROH NABAWIYAHDaarut Tauhiid Jakarta , Ust.Tengku Zulkarnaen
Copas dr catatan : Samirah Awatiilah :
http://www.facebook.com/notes/samirah-awatiilah/kesaksian-bumi-tidak-memakan-jasad-para-syuhada/168889573134361