Sunday, 19 April 2015

Perlombaan Menyambut Isra' & Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1436H

Assalammualaikum Waroh matullahi Wabarokatu.
Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta
keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan
sahabat-sahabatnya, semuanya.
Dalam Kesempatan Kali Ini kami dari Dewan Pengurus Masjid Raya Kota Pekanbaru & FODAMARA( Forum Pemuda Masjid Raya ). Menghimbau Saudara/Saudari Akhi Ukti semua untuk dapat ikut  Meramaikan Agenda Perlombaan dan Tabligh Akbar Isra' Mi'raj pada :



TABLIGH AKBAR
Oleh : Ustadz Dr.Mustafa Umar Lc.MA (Ahli Tafsir Qur'an)
Judul : Mencetak Remaja Masjid Unggul
Ahad 15 Rajab 1436H / 3 Mei 2015M
 Jam : 20.00WIB ( Isya Berjamaah )
Oleh : Ustadz Abdul Somad Lc.MA (Ahli Hadits)
Judul : Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Salallahu Alaihiwasalam
Jum'at 27 Rajab 1436H / 15 Mei 2015M 
Jam : 20.00WIB ( Isya Berjamaah )

PERLOMBAAN (Antar Sekolah Tingkat Dasar 'MI/MDTA/SD/SDIT')
Jadwal Perlombaan : 21 Rajab 1436H/ 10 Mei 2015

Adzan (siswa)
Salawat Terhim (Guru)
Lomba Tahfis Al Qur'an Juz 30 (Siswa/Siswi)
Pendaftaran : (GRATIS)
Tanggal 1 April - 30 April 2015M
Tempat & Formulir Pendaftaran :
DiMasjid Raya Kota Pekanbaru (Dekat Pasar Bawah)
PEMENANG AKAN MENDAPATKAN TROPI BINGKISAN DAN UANG TUNAI

Contact Person :
Akhi Didik - 081268845888
 Pin BB - 7D271F3A
Abu Mustafa 085278571387
 Pin BB - 7DAD115A
 
Syarat Ketentuan :
1. Setiap Siswa/i yang mengikuti Perlombaan Harus dalam keadaan Sehat Jasmani Rohani
2. Menyelesaikan Syarat Formulir dgn menghubungi Pihak Panitia (Fodamara)

Alhamdulillah Semoga Dengan Diadakannya Acara Ini. Bertambah KeImanan Kita semua untuk selalu Istiqomah dijalan Allah SWT. dan kita senantiasa Memakmurkan Masjid (Rumah Rumah Allah SWT). termasuk MASJID RAYA KOTA PEKANBARU, yang termasuk Masjid Bersejarah/Bertuah Dipekanbaru.
Tahnia Generasi Penerus Islam
Tahnia
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatu

Sunday, 29 March 2015

Anak Kecil yang Takut Neraka

ADA seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, ketika dia berjalan-jalan dia terlihat seorang anak kecil sedang mengambil wudhu’ sambil menangis.
Saat orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, “Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?”
Maka berkatalah anak kecil itu,
“Wahai kakek saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, ‘Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum’, yang artinya, ‘Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu’. Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”
Berkata orang tua itu, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka.”
Berkata anak kecil itu, “Wahai kakek, kakek adalah orang yang berakal, tidakkah kakek lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”
Berkatalah orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?” [sejukkan iman]

Apakah Diterima Ibadah Seorang Perempuan yang Tidak Berjilbab?

Oleh: Luqyana Hayate Mawadhah
SAUDARIKU yang dirahmati Allah Swt., berjilbab saat ini mulai digandrungi kaum hawa. Bisa jadi ada yang hanya ikut-ikutan trend atau juga yang memang memahami dan ingin melaksanakan perintah-Nya.
Berbagai jenis dan model jilbab saat ini banyak didapati, ada yang sesuai dengan syariat ada juga yang tidak. Bahkan terbilang syubhat jika dipakai, jilbab memang digunakan tapi tidak terhulur sampai ke dada serta bagian kaki malah tampak ketat dan terlihat.
Banyak kaum hawa yang menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil. Yang dapat tertutupi dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah dan harus diluruskan. Kaum wanita yang tidak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya.
Seperti yang termaktub dalam firman Allah SWT, “….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Maidah: 5).
Na’udzubillah. Semoga kita terjauh dari adzab Allah SWT, ada sebuah kisah menggetarkan tentang seorang perempuan yang menganggap bahwa dosa meninggalkan jilbab itu adalah dosa kecil.
Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, ”Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab.” Ini adalah jawaban yang sering terdengar dari kaum Hawa. Sudah banyak orang menanyakan maupun menasihatinya, tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam, ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.
Ia tak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaikum, Saudariku….”
“Wa’alaikum salam. Selamat datang, Saudariku.”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, Saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga.”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”
Wanita itu tersenyum lagi, ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, Saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah…”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu-persatu.
“Ayo kita ikuti mereka,” kata wanita itu setengah berlari.
“Ada apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja surga, Saudariku,” larinya semakin cepat.
“Tunggu…tunggu aku…” teriak si wanita itu. Dia berlari namun tetap tertinggal, padahal wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum kepadanya.
Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah kaulakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama dengan engkau, Saudariku,” jawab wanita itu sambil tersenyum
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu. “Amalan apalagi yang ka lakukan yang tidak kulakukan?”